Dukung Dekarbonisasi

Renewable Energi Kebun Kaliandra PLN NP Pasok Bahan Baku Co-firing PLN

INFOnews.id | Surabaya - PLN Nusantara Power (PLN NP) selaku subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara terus menebalkan komitmennya dalam mewujudkan dekarbonisasi secara masif. Salah satunya melalui panen perdana pohon kaliandra sebagai tanaman energi yang digunakan pengganti sebagian bahan bakar batubara di PLTU.

Dilaksanakan di kawasan PLTA Cirata, Purwakarta, PLN NP memanen sejumlah 327.500 pohon atau seluas 72.78 hektar. PLN NP telah mempersiapkan tanaman kaliandra sejumlah 3.211.740 dengan luas lahan 713,72 hektar di kawasan PLTA Cirata.

Indonesia berkomitmen untuk melakukan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dan bergerak aktif mencegah terjadinya perubahan iklim.

Sektor energi adalah sektor yang menghasilkan CO2 dan yang paling mahal dari sisi pencapaian keseimbangan dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).

Salah satu Langkah konkrit yang ditempuh PLN NP adalah melalui transisi energi untuk menuju zero maupun low carbon emission untuk energi. Co-firing menjadi salah satu solusi menjawab isu tersebut.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah menyampaikan dukungan PLN NP dalam transisi energi sebagai komitmen Indonesia di kancah internasional dalam mewujudkan Paris Agreement untuk turut serta mengendalikan Emisi Gas Rumah Kaca.

“PLN NP akan menjadi yang pertama di PLN Group dalam mendukung transformasi PLN dengan menjadikan asset lahan disekitar PLTA Cirata menjadi hutan tanaman energi pendukung bahan co-firing di PLTU. PLTA Cirata akan semakin dikenal sebagai pusatnya Renewable Energy di PLN Group," terang Ruly.

PLN Nusantara Power merupakan gudangnya inovasi dalam bisnis ketenagalistrikan energi terbarukan dan paling terdepan dalam implementasi kebijakan yang ramah lingkungan.

Sebelumnya, PLN NP dinobatkan sebagai pusat riset EBT di lingkungan PLN Group dengan dibangunnya PLTS 1 MW kemudian diperkuat kembali dengan dibangunnya PLTS terapung pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 145 MWac diarea PLTA Cirata.

Komisaris Utama PLN NP, E. Haryadi juga turut mengapresiasi langkah tepat PLN NP dalam menjadikan PLTA Cirata sebagai salah satu pusat renewable energy di PLN Group.

"Berkaca kepada pengalaman dan kapasitas PLN NP dalam spesialisasinya di bidang pembangkit, saya rasa PLN NP telah berada di jalur yang benar dalam transisi energi. Selain menjadi yang terdepan di bidang co-firing, PLN NP selalu berbenah dan berinovasi agar dapat menaikkan presentase co-firing di PLTU demi mewujudkan Indonesia yang lebih hijau," terang E. Haryadi.

Sejak tahun 2021, setidaknya telah ditanam 25 hektar tanaman jenis kaliandra dari target potensi lahan seluas 713,72 hektar. Untuk selanjutnya akan pula ditanam pohon kaliandra dan gamal secara bertahap.

Di tahun 2022, sesuai rencana kerja, tahun ini memasuki musim panen perdana dari kaliandra yang telah berumur 1 tahun. Berdasarkan proyeksi dari kajian akademisi, jumlah panen diproyeksikan sebanyak 15-45 ton/ha dan memiliki potensi reduksi karbon setara 278,95 ton CO2.

Tidak hanya penanaman, di area PLTA Cirata akan dibangun Instalasi Pengolahan Biomassa dengan penggunaan nilai TKDN 90% yang dapat memproduksi sawdust dengan jumlah proyeksi produksi sebesar 189.133 ton dari total luas lahan untuk dapat digunakan menjadi bahan baku co-firing oleh PLTU Indramayu.

Nilai kalori sawdust dari kaliandra yang telah diuji laboratorium dapat mencapai 4200 kkal. Hingga 2025, PLN mentargetkan program co-firing dilakukan di 52 lokasi PLTU dengan total kapasitas 18.154 megawatt (MW) dengan kebutuhan biomassa 10,2 juta ton per tahun. Hal ini diperlukan sinergitas lintas instansi dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mencapai target tersebut. (inf/rls/red)

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top