Smart Water Management

Jasa Tirta I Wujudkan Indonesia Jadi Penyelenggara World Water Forum

INFOnews.id | Jakarta - Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air atau Smart Water Management (SWM) dalam menghadapi perubahan iklim menjadi isu penting yang dipaparkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada perhelatan World Water Forum di Dakkar, Senegal seperti dikutip dari pernyataan resmi biro komunikasi Kementerian PUPR. 

Dengan adanya implementasi SWM diharapkan mampu untuk menyediakan data terkini (real time) pada kondisi sumber daya air serta prakiraan cuaca dan kondisi iklim. SWM juga mampu memungkinkan pengelolaan terpadu seluruh potensi kawasan sungai dan menjaga kelestarian lingkungan untuk mendukung pembangunan daerah yang strategis, seperti daerah metropolitan, daerah irigasi yang subur, tujuan wisata, kawasan industri, dan lainnya.

Menteri Basuki menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi tiga masalah utama terkait air, yakni terlalu banyak yang menimbulkan banjir terlalu  sedikit yang menyebabkan kekeringan, dan terlalu kotor akibat polusi.

"Masalah-masalah ini saling terkait berpotensi menimbulkan bencana yang merupakan dampak dari perubahan iklim dan menimbulkan permasalahan sosial ekonomi. Melalui optimalisasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan SDA secara terpadu akan meningkatkan efektifitas dan efesiensi di dalam mengukur kuantitas, kualitas, alokasi penggunaan air irigasi, pemantauan keamanan bendungan, serta penanganan risiko bencana," paparnya.

Dua orang direksi Perum Jasa Tirta I ikut serta dalam kegiatan yang dihelat di Senegal dari tanggal 21-26 Maret 2022 ini, yaitu Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Bapak Raymond Valiant Ruritan dan Direktur Operasional Bapak Milfan Rantawi.

Mereka berdua hadir untuk mendampingi Menteri PUPR dan menjadi salah satu perwakilan Indonesia dari sektor BUMN pengelola Sumber Daya Air beserta stakeholder lainnya.

"Command Center yang dimiliki perusahaan berperan penting mewujudkan pengelolaan SWM. Digitalisasi dan penerapan teknologi informasi yang tepat guna memungkinkan PJT I memperoleh data hidrologi dan kualitas air yang terukur," urai Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I, Milfan Rantawi, saat dihubungi, Sabtu (26/3/2022).

Data ini diolah terpusat dan nantinya akan disampaikan kepada para stakeholder terkait dan mitra perusahaan sebagai upaya mewujudkan kolaborasi cerdas dalam pengelolaan SDA.

Ditambahkan oleh beliau adanya pengukuran kualitas air juga menunjukkan dukungan perusahaan terhadap upaya monitoring kualitas perairan agar diperoleh data akurat sebagai _supporting_ para regulator dalam mengambil keputusan.  

"Perusahaan memiliki dan mengelola 123 _Automatic Rainfall Recorder_ untuk memonitor curah hujan dan 99 _Automatic Water Level Recorder_ untuk memonitor tinggi muka air di 5 wilayah sungai yang kami kelola" imbuhnya. Lebih lanjut lagi beliau juga menjelaskan bahwa perusahaan memiliki 7 Water Quality Monitoring System untuk memantau kualitas air.

Semua data telemetri yang masuk dikelola secara terpusat dan disajikan secara _real time_. Secara terpisah Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan menyampaikan bahwa penerapan SWM di PJT I berhasil mendukung Water-Energy-Food Nexus di sepanjang aliran sungai yang dikelola perusahaan.

Disebutkan bahwa perusahaan mensuplai air untuk PDAM sebesar 513,5 juta meter kubik dan untuk Indsutri sebesar 522,8 juta meter kubik. Perusahaan juga mewujudkan bentuk pelayanan publik dengan pelayanan SPAM di Lamongan melalui SPAM Sekaran dan SPAM Brondong.

Perusahaan memberikan layanan kepada Masyarakat Ekonomi Rendah (MER) bagi 3.821 Sambungan Rumah (SR) melalui SPAM Sekaran dan 59 SR melalui SPAM Brondong.

Penyediaan layanan air bersih yang kami lakukan berupaya untuk dapat menjangkau mereka yang memang membutuhkan imbuhnya. Dalam hal mendukung program _green energy_, perusahaan turut berkontribusi dalam pembangkitan listrik setara 6,619 GWh.

Selain itu, Raymond juga menyampaikan bahwa 9,2 juta ton padi dihasilkan dari layanan irigasi di lima wilayah sungai yang dikelolanya. Jumlah tersebut tentunya mendukung pemenuhan ketahanan pangan di Indonesia.

"Dengan penerapan SWM diharapkan pengelolaan SDA yang kami lakukan akan semakin professional dan dapat melayani dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat Indonesia," pungkasnya. (inf/rls/red)

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait
Back to Top